April 30, 2021

Senja Berlabuh

Pabila fajar menyingsing

Mentari terbit menerangi alam

Petanda bermulanya hari baru

Penghuni bumi mulai bangkit

Keluar menuai hasil keringat

Bagi mengisi tempayan didapur


Pabila senja berlabuh

Mentari mula mengundurkan diri

Petanda hari menjejak penutup

Pencari rezeki pulang membawa hasil

Ada memikul bekalan yang banyak

Ada menjinjing bekalan yang sedikit


Begitulah perjalanan kita sebagai penghuni dunia

Ketika hayat dikandung badan, perbanyakkanlah ibadah kepadaNya,

Mengumpul bekal untuk alam baka

Bekal yang bakal dihitung menjadi kunci dua pintu

Usah terbuai diulit mimpi di alam fana

Kerana persinggahan terakhir adalah di alam sana



Pena: Rama-rama Biru

30.04.2021

00:35

April 29, 2021

Gerhana

Di satu ufuk yang berwajah seri, ada satu garis yang memisahkan lautan dan daratan, dikala ombak bersiul santai, bermain bersama angin meniup damai

Di masa garis itu mula menghilang, bayu laut membawa pergi embun, lalu berganti dengan  keringat yang memecah penat, sambil tersenyum kau berdiri tegak

Lalu masa tetap berjalan, sinar terang tetap juga memenuhi setiap dimensi hidup, sesekali pelangi mewarnai hari, sambil berbisik pada hujan, agar mentari jadi kedinginan

Lalu dalam kecantikan pelangi, singgah sebentar gerhana yang terluka, pacarnya dikata curang, ditengah langit terbentang luas, maka gerhana disuruh pulang

Terus saja senja bertandang, walau tidak langsung ia diundang, gerhana hitam telahpun hilang, lalu bersua juga malam dan siang, di kaki ufuk ia tenggelam


Pena: Kupu-kupu Kelabu


April 24, 2021

Sang Pengemis Hati

Berbagai kata telah diungkap,
Namun dibiar tidak didengari
Kata dicoret tulus dari hati,
Namun dianggap omongan kosong
Bukan sukar untuk difahami,
Namun ditafsir tiada beerti

Berbagai cara telah dizahirkan,
Sekadar dilihat sebagai bayang 
Ekspresi ditonjol melambangkan hati,
Sekadar dipandang tanpa diendah
Cara yang nyata dan juga tersirat,
Sekadar dibalas dengan jenaka

Mungkin inilah nasib sang pengemis hati
Tidak didengari, tidak dipandang
Sudah tiba masa kembali kepompong
Menyepi bersama masa berlalu
Memohon kepada Yang Maha Mendengar
Biarkan takdir-Nya menjawab hati ini


Pena: Rama-rama Biru
24.04.2021 @ 10:50 pm

April 12, 2021

Selamat Datang Ramadan

Ketika kau tiada, jarum jarum waktu tetap saja berputar, senja dan fajar masih juga saling bergantian, ada pula sebilangan harinya sendu dan kelabu, ada pula sebahagiannya cerah dan meriah sepertinya sedang berpesta, namun kau masih juga tiada,

Masih kupegang janji mu dahulu, kau kata akan menjelma ketika rindu mula menyingkap di jendela waktu, namamu seringkali diratibkan oleh sahabat sahabatku bahkan hampir seluruh batang tubuh manusia berkata tentangmu

Aku kadangkala keliru, apakah aku benar benar rindu atau itu hanya sandiwaraku? ketika beberapa purnama telah berlalu, cakrawala biru bersalin kelabu, mendung dan dingin tak dapat ku bendung, sekadar mampu kubiarkan hujan mengalir syahdu

Dalam rintik rintik gerimis itu, kau mengotakan janji dahulu, sewaktu bumi sedang bernafas baru, kau kembali mengetuk dedaun pintu, kau bawa bersama azimat dari Tuhanmu, lantas kehadiranmu membuat senandungku bernada merdu, moga dengan persinggahanmu ini dapat kutemui cinta dan rindu itu, Ahlan wasahlan  Yaa Ramadan.

Pena: Kupu-kupu Kelabu
1 Ramadan 1441 H

April 11, 2021

Maaf

Satu kata yang kecil

Namun memiliki kuasa yang besar

Bisa menyentuh hati

Bisa juga mengguris hati


Kata maaf mampu menghidupkan hubungan yang indah

Menambat hati yang terhiris

Menyelesaikan konflik yang direncana


Maaf juga mampu memutuskan suatu ikatan

Melukakan hati yang mengharap

Mencipta jurang yang memisahkan 


Kata ‘maaf’ darimu itu amat tajam

Bagaikan sembilu menusuk kalbu

Peritnya sukar untuk aku lupakan


Pena: Rama-rama Biru

11.04.2021

11:50 pm

April 04, 2021

A Flying Butterfly

Note: This is a lyrics translation of a Korean song entitled A Flying Butterfly by YB Yoon Do Hyun.

Looking down this dark faceless road 
A larva, I'm all alone
Crawling, praying to be something new
Breaking through my scars to survive
A pupa, I sleep alone
Resting, waiting for my wounds to heal
Snowy winter covers the night
But I hold on to dreams inside
When the spring breeze opens the light
Then you'll know it's my time to rise and fly
Spread my wings and fly away
Ride the wind sailing on the world today
Sing a song reach for the sky
Flying butterfly God save me
Fly to flowers searching for love
Away from the spider's web
Fly to flowers searching for love
Away from the mantis clutch
Fly with me today and forever truly
Spread my wings and fly away
Ride the wind sailing on the world today
Sing a song reach for the sky
Flying butterfly God save me
Spread my wings and fly away
Ride the wind sailing on the world today
Sing a song reach for the sky
Flying butterfly God save me
Spread my wings and fly away
Spread my wings and fly away
Sing a song reach for the sky
Sing a song reach for the sky

Source: Musixmatch
Songwriters: Tae Hee Park / Albert Park
A Flying Butterfly lyrics © Sky Music Corp.

April 03, 2021

Seri Hatiku


Pertama kali dikau menyapaku
Hati keringku terdetik seribu rasa
Rasa yang telah lama pudar
Mewarnai hariku yang sebelumnya kelam

Sejak dikau hadir dalam hatiku
Musim salju bertukar musim bunga
Kelopak-kelopak bunga mulai mekar
Harum semerbak menambahkan seri

Sejak dikau hadir dalam fikiranku
Irama sendu bertukar romantis
Bait katamu bagaikan lirik yang merdu
Dendangannya menjadi halwa telingaku

Sejak dikau hadir dalam hidupku
Pintu-pintu yang terkunci telah ku buka
Mengalukan dikau untuk menapak masuk
Menjadi tuan rumahku yang sah

Aku ingin lebih mengenalimu
Namun dikau memilih untuk berdiam
Aku ingin berduet bersamamu
Namun dikau memilih untuk bersendiri

Mungkinkah ada ruang untukku menjadi suri dihatimu?
Mungkinkah bungaku akan layu sebelum musim luruh?
Mungkinkah laguku akan kembali bernada sendu?
Mungkinkah pintuku akan tertutup sekali lagi?


Pena: Rama-rama Biru
03.04.2021
22:45

Syairku Tidak Berirama

Sebentar tadi aku bersimpuh di tepi sungai, difikiranku ternyata ada kamu, tanpa aku pinta, kau begitu ligat bercanda dikepalaku, 

Lalu mata pena aku tarikan, mengikut irama senandung yang kau dendangkan, arusnya kadangkala sedikit deras,  sepotong syair aku cuba lirikkan

Saat mata penaku mulai layu, lengkap jua syair yang aku tuju, namun sekadar sempat dicoret di atas kulit pohonan, tidak punya kekuatan untuk aku lagukan

Aku bimbang jika irama syairku tidak semerdu alunan suara hatimu, aku risau jika syair ini dinyanyikan, kau bakal pergi menjauh

Meski sakit jika terus kupendam, itu yang terbaik buatmu juga buatku, nanti bila tiba di malam anugerah, pasti akan kunyanyikan syairku ini, moga moga kau sambut dengan menjadi rangkap didalam syairku.


Pena: Kupu-kupu Kelabu
15.10.2020

Muka Surat 365

Kehidupan umpama buku Pelbagai kisah tertulis di dalamnya Dari satu bab ke bab yang lain Satu per satu helaian muka surat ditulis Kini tiba ...