Ketika aku asyik bermain cahaya, sedikit-sedikit mentari itu mulai letih, dia lalu berbisik mengatakan bulan itu adalah sahabatnya, tapi mereka tidak pernah bertemu, bahkan saat bulan itu hadir, aku tidak lagi bisa menikmati hangatnya mentari
Ketika hujan memberikanku air mata, sekali sekala ia merobek jiwa ini sehingga luka, lalu ia katakan pelangi itu adalah saudaranya, tapi mereka tidak pernah bersapa, lalu saat pelangi itu muncul, irama hujan itu terhenti, jiwaku tidak lagi merasai luka yang dirobek tadi.
Pena: Kupu-kupu Kelabu
0112
200721
0112
200721
Tiada ulasan:
Catat Ulasan