Di suatu pagi, kedengarannya suara suara muda berteriakan, tidak dapat kupastikan dari mana dan ke mana arah tujuannya, lalu kelamaan hilang seperti debu ditiup badai, tapi aku tetap juga terpaku di sebuah dimensi bersegi empat, mencari kudrat mengharung jurang kesepian, bila mata kucelikkan, bercucuran cahaya menghiasi dimensiku, lalu aku tahu bahwa jiwaku masih terpenjara dibalik masa lalu, jasadku terkeliru dibalik jendela waktu.
Pena: Kupu-kupu Kelabu
22.3.2020

Tiada ulasan:
Catat Ulasan