Dalam kedinginan subuh, embun pagi menitis halus, ada manusia yang bangkit untuk bersujud, ada juga yang terus berselimut, lalu mentari mula memancar cahya, kedengaran manusia berteriakan, dari corong corong suara, memberi petanda hari bermula
Dari dedaun pintu yang rapuh, tersingkap tentang ceritera hidup, sebuah perjalanan yang zahirnya panjang, tapi singkat ditelan waktu, baru sebentar tadi sang suria mencelikkan mata, kini sudah berdiri tegak diatas kepala, tanpa ada sebarang nota, kita sudah di pertengahan usia
Jangan kita hanyut dan juga alpa, dunia ini penuh pancaroba, penuhkanlah bekal didada, bajailah dengan taman taman syurga, langit itu tidak selamanya cerah, ada ketika mendung dan hujan datang bersapa, sepertinya juga putaran roda, sekali berputar kita di puncak, sekali berputar kita bisa jatuh ke dasar, inilah sandiwara yang tak bisa untuk disangkal
Saat mentari mulai rebah, senja pula datang menyapa, titian usia menghampiri penamatnya, apakah kita sudah bersedia? kerna apabila malam mula menjelma, kita sudah berada di dimensi yang berbeza
Pena: Kupu-kupu Kelabu
25.3.2020

